Vianews, Medan, 30 Maret 2025, Kabupaten Simalungun terletak di Propinsi Sumatera berdekatan wilayah Kabupaten Toba. Dengan ketinggian wilayah sekitar 750mdpl, wilayah ini termasuk beriklim sejuk. Hasil sumberdaya alam yang didapat dari wilayah ini adalah tanaman holtikultura, padi, sawit dan kopi. Salah satu produk sumberdaya alamnya adalah Kopi, yang terkenal di wilayah ini adalah kopi ateng ataupun lintong.
Petani kopi ateng menjadikan hasil utama didalam mata pencaharian. Kopi Ateng atau sebutan “Sigalar Utang” yang dikelola masyarakat petani sejak pada tahun 2003 dan ternyata membuahkan hasil sehingga petani membudidayakannya dan saat ini menjadi komoditas utama pertanian di Simalungun Atas. Produk kopi ateng disebut-sebut menyamai legenda kopi luak yang tersohor. Nama kopi ateng diambil dari postur pohon yang pendek, seperti pelawak bernama Ateng. Sebelumnya, daerah utama penghasil kopi ateng ada di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Dairi.

- Kopi simalungun dikenal sebagai kopi yang cepat berbuah.
- Petani sudah bisa memanen kopi saat tanaman masih berusia 15 bulan.
- Kopi ateng menjadi terkenal di kawasan Danau Toba.
- Daerah Sipitu-pitu, Kabupaten Simalungun, dekat Desa Tigaras juga dikenal sebagai penghasil kopi ateng.
- Faktor yang memengaruhi pertumbuhan kopi Ketinggian tempat, Curah hujan, Penyinaran matahari, Angin, Tanah, Jenis kopi, Iklim.
Kopi Simalungun nggak terkontaminasi serangga hidup, biji berbau busuk dan kapang, memiliki kandungan air nggak lebih dari 12 persen, serta biji berukuran kecil hingga sedang dan memenuhi syarat mutu SNI kopi, vianews/CMTH






